Bukan Nasi, Ini Rahasia Sahur Tahan Lapar ala Sunah

AKURAT JAKARTA - Banyak orang masih mengira sahur harus dipenuhi nasi atau karbohidrat tinggi agar kuat beraktivitas.
Padahal, pola makan seperti itu sering membuat kamu cepat lapar di siang hari.
Kadar gula darah naik cepat, lalu turun drastis, sehingga tubuh terasa lemas.
Baca Juga: Jangan Asal Taruh Kulkas! Inilah 7 Cara Simpan Tahu Putih agar Tahan Lama
Karena itu, pengaturan jenis dan kombinasi makanan dinilai jauh lebih penting daripada sekadar porsi besar.
Menurut dr. Zaidul Akbar, dokter sekaligus pendakwah yang dikenal sebagai praktisi pengobatan sunah, sumber energi yang stabil justru berasal dari lemak sehat.
“Menjaga vitalitas kita selama Ramadan atau berpuasa itu sangat penting untuk diperhatikan, maka jawaban saya atas pertanyaan itu adalah lemak,” kata Zaidul Akbar dikutip dari kanal Youtube resminya, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Bukan Sekadar Barongsai, PIK Sulap Imlek Jadi Festival Terbesar Tepi Laut
Ia menjelaskan bahwa lemak termasuk slow release food, yaitu energi dilepaskan bertahap sehingga kamu tidak cepat lapar.
Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang cepat habis terbakar.
Salah satu contoh yang dianjurkan adalah butter dari lemak hewani sapi grass-fed yang dipadukan dengan kurma.
Baca Juga: Liburan Batal Mendadak? Begini Cara Refund Tiket Kereta Api Tanpa Ribet
Kombinasi ini disebut sebagai kebiasaan Rasulullah.
“Jadi kurma itu Anda cocol dengan butter,” ujar dr. Zaidul.
Untuk variasi, kamu bisa menambahkan garam mineral non-rafinasi agar membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Baca Juga: Waspadai Makanan Minyak Berlebih, Ancaman Tersembunyi bagi Metabolisme dan Asam Urat
Selain butter, pilihan lain adalah minyak FCO (Fractionated Coconut Oil) atau minyak zaitun.
Kedua jenis lemak ini dinilai mampu memberi tenaga lebih stabil selama berpuasa.
Jika tetap makan nasi, ia menyarankan mencampurnya dengan sedikit minyak zaitun atau FCO agar penyerapan energi lebih lambat.
Baca Juga: Biji Mahoni, Herbal Pahit dengan Potensi Manis bagi Kesehatan
Di sisi lain, kebutuhan cairan tak boleh diabaikan.
Tubuh manusia sekitar 70% terdiri dari air, sehingga sahur sebaiknya didominasi air putih.
Minuman seperti teh atau kopi cukup sesekali saja karena bisa memicu dehidrasi.
Baca Juga: Akar Alang-Alang, Herbal Tradisional untuk Dukung Kesehatan Saluran Kemih
Anjuran sahur sendiri ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW:
“Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan,” (Bukhari, 1923).
Panduan dari The Healthy Muslim juga menyebut sahur ideal memuat lima komponen: protein tinggi, karbohidrat whole grain, lemak sehat, buah dan sayur, serta air putih.
Baca Juga: Curhat ke AI Lebih Nyaman? Ini Risiko Tersembunyi bagi Gen Z
Kamu bisa memilih telur, yogurt, ikan, ayam, atau kacang-kacangan untuk protein.
Oatmeal, roti gandum, dan quinoa membantu kenyang lebih lama.
Sementara alpukat, kacang, dan biji-bijian menambah asupan lemak sehat.
Baca Juga: Waspada! 41 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Obat, Ini Bahayanya Buat Kamu
Buah berair seperti semangka atau mentimun turut menjaga hidrasi.
Sebaliknya, makanan asin, gorengan, dan gula sederhana sebaiknya dihindari karena memicu haus, heartburn, dan lonjakan gula darah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









