Niatnya Menenangkan tapi 5 Kalimat Ini Ternyata Justru Bisa Memicu Kecemasan Anak

AKURAT JAKARTA - Setiap orang tua tentu ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak.
Saat anak merasa takut, sedih, atau cemas, respons pertama yang sering muncul adalah mencoba menenangkan mereka dengan kata-kata yang dianggap positif.
Namun, tanpa disadari, beberapa kalimat yang terdengar menenangkan justru dapat membuat anak merasa emosinya tidak dipahami.
Para ahli perkembangan anak menilai bahwa cara orang tua merespons perasaan anak memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan mereka mengenali dan mengelola emosi.
Ketika perasaan anak dianggap sepele atau langsung ditepis, mereka bisa kesulitan memahami apa yang sedang dirasakan dan merasa enggan mengungkapkan emosinya di kemudian hari.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa niat baik tidak selalu diterima anak dengan cara yang sama.
Berikut beberapa kalimat yang sering diucapkan orang tua, tetapi berpotensi memicu kecemasan atau membuat anak merasa tidak didengar.
1. "Jangan khawatir"
Kalimat ini biasanya diucapkan untuk menenangkan anak yang sedang gelisah.
Namun, bagi anak yang sedang merasa cemas, ungkapan tersebut dapat membuat mereka merasa kekhawatirannya tidak dianggap penting.
Alih-alih langsung meminta anak berhenti khawatir, orang tua dapat membantu mereka memahami sumber kecemasan dan mencari cara untuk menghadapinya.
2. "Kamu baik-baik saja"
Meski terdengar menenangkan, kalimat ini terkadang bertentangan dengan apa yang sedang dirasakan anak.
Ketika anak merasa takut atau sedih, mereka mungkin tidak merasa "baik-baik saja".
Jika perasaan mereka terus-menerus disangkal, anak bisa kesulitan mempercayai emosi yang dirasakannya sendiri.
Baca Juga: Bukan Sekadar Makan Malam, Ide Kencan Viral di TikTok Ini Bikin Momen Bersama Lebih Berkesan
=====
3. "Ini bukan masalah besar"
Apa yang terlihat sepele bagi orang dewasa belum tentu terasa kecil bagi anak.
Kehilangan mainan favorit, gagal dalam sebuah tugas, atau mengalami konflik dengan teman bisa menjadi masalah besar dalam dunia mereka.
Menganggap remeh perasaan anak dapat membuat mereka merasa tidak dipahami dan enggan berbagi cerita di masa mendatang.
4. "Jangan menangis"
Menangis merupakan salah satu cara alami anak mengekspresikan emosi.
Ketika mereka diminta berhenti menangis tanpa diberi ruang untuk mengungkapkan perasaan, anak bisa belajar bahwa menunjukkan emosi adalah sesuatu yang salah.
Padahal, memahami dan menerima emosi merupakan bagian penting dari perkembangan kesehatan mental.
5. “Biar Ibu/Bapak saja yang melakukannya"
Kalimat ini sering muncul ketika orang tua ingin membantu anak menyelesaikan sesuatu dengan lebih cepat.
Namun, jika terlalu sering dilakukan, anak bisa merasa kurang percaya diri terhadap kemampuannya sendiri.
Seiring waktu, mereka dapat menjadi lebih bergantung pada orang lain dan merasa cemas saat harus menghadapi tantangan secara mandiri.
Membangun komunikasi yang sehat dengan anak bukan berarti menghindari semua kesalahan, tetapi belajar memahami apa yang mereka rasakan.
Dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengungkapkan emosi dan menunjukkan empati, orang tua dapat membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri serta mampu mengelola kecemasan dengan lebih baik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di La Liga, 20 September 2026: Duel Tim Kejutan di Riazor
- 2Prediksi Skor Leeds United vs Crystal Palace di Premier League, 20 September 2026: Mampukah The Whites Pertahankan Tren Positif?
- 3Prediksi Skor Villarreal vs Levante di La Liga, 20 September 2026: Mampukah El Submarino Amarillo Lanjutkan Momentum?
- 4Prediksi Skor Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026: Bianconeri Ingin Lanjutkan Momentum Eropa
- 5Pengumuman Resmi! Berikut Daftar Peraih Medali Emas OSN SMA Sederajat 2026, Dari Matematika hingga Inovator AI
- 6Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs RB Leipzig di Bundesliga, 20 September 2026: Adu Momentum di BayArena
- 7Prediksi Skor Fulham vs Manchester United di Premier League, 20 September 2026: Misi The Red Devils Bangkit di Craven Cottage
- 8Prediksi Skor Bournemouth vs Liverpool di Premier League, 20 September 2026: Mampukah The Cherries Tahan The Reds?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







