MUI Buka Suara Soal Azan TV Diganti Running Text Saat Ibadah Misa: Tak Langgar Syariat

AKURAT JAKARTA - Usai munculnya imbauan dari Kemenag mengenai azan maghrib dalam siaran televisi diganti running text.
Majelis Ulama Indonesia atau MUI menegaskan bahwa hal tersebut tidak melanggar syariat islam.
Keputusan Kemenag untuk mengganti siaran azan menjadi teks berjalan dinilai bagian dari solusi.
Karena secara kontek, imbauan tersebut bukan untuk meniadakan azan itu sendiri.
Pernyataan itu diungkapkan oleh Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni'am melansir dari laman ANTARA.
"Sebenarnya dari aspek syar’i, tidak ada yang dilanggar. Dan itu bagian dari solusi. Isunya bukan meniadakan azan" ujarnya.
Baca Juga: Wahana Rumah Hantu Jatim Park 3 Kebakaran, Kapan Bisa Kembali Beroperasi?
Lebih lanjut Asrorun Ni'am juga menyebut bahwa penggunaan azan maghrib menjadi running text hanya diperuntukkan untuk kepentingan siaran live stasiun TV semata,
"Hal itu untuk kepentingan siaran live misa yang diikuti jamaat Kristiani yang tidak dapat ikut ibadah di GBK," katanya lagi dikutip Rabu (4/9).
Menurutnya, persoalan azan diganti running text saat ibadah misa akbar hanya persoalan kearifan lokal saja.
Baca Juga: Siap-siap! Merk Kendaraan Ini Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Oktober 2024
“Tidak ada masalah, ini soal kearifan lokal saja," kata Ni’am.
Adapun dilain kesempatan, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menambahkan bahwa azan di TV hanya bersifat rekaman elektronik.
Bukan menghentikan kumandang azan di masjid, oleh karenanya bagi umat muslim muslimah tak perlu gelisah.
"Itu azan elektronik. Jadi bukan azan suara di masjid yang dihentikan. Azan yang sebenarnya di masjid-masjid tetap berkumandang sebagai penanda waktu shalat dan ajakan shalat yang sesungguhnya," kata Cholil. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








