Jadi Korban Bullying, Kini Beredar Kabar Almarhum Ayahanda Aulia Risma Rela Berhutang Demi Bantu Anaknya Penuhi Kebutuhan Senior

AKURAT JAKARTA - Kasus meninggalnya dokter PPDS Anestesi Undip Aulia Risma akan diungkap menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam minggu ini.
Pernyataan itu diungkap oleh Budi saat ditanyai kelanjutan kasus dugaan bullying yang menimpa Aulia Risma.
“Mudah-mudahan minggu ini diumumkan, nanti akan diumumkan bersama dari Kemenkes dan kepolisian mengenai hasilnya. Minggu ini hasilnya,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Jakarta, Senin (26/8) mengutip dari ANTARA.
Baca Juga: Ini Penyebab Kematian Ayah Almarhumah Aulia Risma, Sakit Hati Karena Anaknya Jadi Korban Bullying?
Budi Gunadi membeberkan bahwa fenomena perundungan sudah sejak lama terjadi di dunia kedokteran.
Oleh karenanya, Menkes akan melakukan upaya terbaik untuk mengatasi kasus bullying.
Sebelumnya, Aulia Risma mengalami perundungan saat menjalani pendidikan dokter sepesialis.
Baca Juga: Soal Kasus Bullying PPDS Aulia Risma, Menkes Sebut Akan Umumkan Hasil Investigasi Minggu Ini
Aulia Risma meninggal dunia usai menyuntikkan obat bius roculax ke tubuhnya dengan dosis tinggi.
Adapun diketahui, Risma mengidap penyakit saraf kejepit yang parah usai menjalani PPDS.
Dalam beberapa sumber yang berhasil dikumpulkan tim Akurat, Aulia Risma mengalami kesulitan saat menjalankan program PPDS.
Salah satunya mengalami perundungan berupa memenuhi kebutuhan senior hingga jam kerja yang tak wajar.
Bentuk perundungan tersebut juga diungkap oleh Almarhumah bibinya.
Melansir wawancara dari YouTube channel TvOne, Aulia Risma kerap diminta untuk membeli rokok tengah malam, makanan harian hingga armada untuk senior.
Bahkan sang bibi juga mengungkap
bahwa kedua orang tua almarhumah rela meminjam kredit untuk kebutuhan Risma.
Sementara itu terkait jam kerja, Aulia Risma harus menjalani jam yang sangat padat.
Itupun terungkap melalui seorang anonim yang diketahui rekan Aulia Risma.
Dimana keterangannya diunggah oleh akun media sosial X @bambangsuling** beberapa waktu lalu.
"Jam kerja "normal" tanpa giliran jaga adalah 18 jam per hari, masuk jam 6 pagi, pulang jam 12 malam. Kalau bisa pulang jam 11 malam artinya pulang cepat. Tidak jarang harus pulang jam 2 atau 3 pagi. Hari berikutnya sudah harus standby lagi jam 6 pagi di RS. Ini berlangsung terus menerus selama masa studi 5 tahun. " tulis akun @bambangsuling** dikutip Selasa (27/8) .
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika dokter residen beruntung mendapat giliran jaga.
Maka dokter PPDS anestesi harus punya minimal jam jaga selama 24 jam.
Namun tentunya dokter residen harus mendapat konsekuensi prolong 5-6 hari untuk jaga di RS full tanpa pulang.
"Jika dapat giliran jaga, maka jaga minimal 24 jam dan dapat prolonged 5-6 hari tidak bisa pulang dari RS. Dikarenakan seringkali PPDS harus melanjutkan operasi yang terus sambung menyambung melebihi giliran jaganya" lanjutnya.
Menurut keterangan dokter anonim tersebut. Hal itu memang dilakukan lantaran jam jaga di RSUP Kariadi Semarang sangat tinggi.
Belum lagi semua beban kerja bius pasien dibebankan pada dokter PPDS bukan kepada DPJP.
"Jumlah operasi di RS Kariadi sangat tinggi bisa 120 pasien/hari. Sedangkan semua beban kerja bius pasien dilakukan oleh PPDS" tegasnya.
Baca Juga: Semakin Ngawur, Netizen Kaget Ada Dokter Residen Diminta Cuci Pakaian Dalam Senior
Ini selaras dengan rekaman suara Aulia Risma yang beredar di media sosial.
Dimana ia mengaku jarang tidur bahkan memilih untuk makan banyak setiap pulang dari rumah sakit. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








