Jakarta

Amankah Minum Air PAM Setelah Direbus? Ini Hal yang Perlu Kamu Perhatikan

Anggerhana Denni Rahmawati | 5 Februari 2026, 11:15 WIB
Amankah Minum Air PAM Setelah Direbus? Ini  Hal yang Perlu Kamu Perhatikan

AKURAT JAKARTA - Air PDAM atau yang dikenal sebagai air PAM banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari di rumah tangga.

Sebagian warga masih ragu apakah air PAM benar-benar aman diminum meskipun sudah melalui proses pengolahan resmi.

Menurut para ahli kesehatan, memasak air hingga mendidih dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan keamanan air minum.

Baca Juga: Daun Ungu dan Ambeien, Harapan Sembuh Tanpa Operasi

Merebus air pada suhu seratus derajat celcius terbukti efektif membunuh kuman, bakteri, dan sebagian besar parasit berbahaya.

Proses ini sangat dianjurkan terutama karena air PAM bisa saja terkontaminasi saat mengalir melalui pipa menuju rumah.

Meskipun demikian, masyarakat perlu memahami bahwa merebus air tidak mampu menghilangkan kandungan zat kimia berbahaya.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Waktu di House of Tugu, Permata Sejarah Kota Tua Jakarta

Logam berat atau bahan pencemar lain yang mungkin terdapat dalam air tidak akan hilang hanya dengan proses perebusan.

Oleh sebab itu, langkah memasak air sebaiknya tetap dilengkapi dengan penggunaan alat penyaring atau filter air.

Untuk hasil yang lebih maksimal, air perlu dididihkan selama minimal satu hingga tiga menit sebelum siap dikonsumsi.

Baca Juga: Keajaiban Desa Jono, Wisata Edukasi Garam Unik dari Tengah Daratan

Air yang sudah dimasak sebaiknya disimpan dalam wadah bersih dan tertutup rapat agar tidak terkontaminasi kembali.

Jika air PAM di rumah terlihat keruh, berbau aneh, atau memiliki warna yang mencurigakan, sebaiknya jangan langsung diminum.

Dalam kondisi seperti itu, penggunaan air minum dalam kemasan bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan praktis.

Baca Juga: Mengapa Garam yang Kita Konsumsi Harus Mengandung Yodium? Ini Alasannya

Beberapa ahli gizi juga menyarankan agar air PAM terlebih dahulu diendapkan sebelum dimasak dan dikonsumsi masyarakat.

Pengendapan membantu memisahkan kotoran fisik dan sedimen sehingga kualitas air menjadi lebih baik dan lebih jernih.

Setelah endapan terpisah, air bagian atas dapat diambil dengan hati-hati lalu dimasak hingga benar-benar mendidih.

Baca Juga: Hobi Pelihara Burung? Kenali Risiko Penyakit Paru dan Cara Aman Mencegahnya

Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat mengonsumsi air yang kurang bersih.

Masyarakat juga dianjurkan melakukan uji kualitas air di laboratorium untuk memastikan kondisi air pipa di rumah.

Melalui pemeriksaan tersebut, warga dapat mengetahui apakah air mengandung bakteri, logam berat, atau bahan kimia tertentu.

Baca Juga: Mengenal Lempuyang, Rempah Nusantara yang Berpotensi Bantu Atasi Penyakit Tipes

Kesadaran untuk memeriksa dan mengolah air minum sangat penting demi menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

Standar kualitas air PDAM memang sudah diatur pemerintah, namun kondisi jaringan pipa tiap daerah bisa berbeda-beda.

Karena itu, kehati-hatian tetap diperlukan sebelum memutuskan untuk mengonsumsi air PAM sebagai air minum harian.

Baca Juga: Taman Kopi Pekayon, Ruang Terbuka Nyaman di Jakarta Timur

Dengan merebus, menyaring, dan menyimpan air secara benar, risiko penyakit akibat air kotor dapat ditekan semaksimal mungkin. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.