Jakarta

Melatih Anak Puasa Lebih Sehat, Hindari 5 Menu Ini Saat Sahur

Anggerhana Denni Rahmawati | 16 Februari 2026, 20:00 WIB
Melatih Anak Puasa Lebih Sehat, Hindari 5 Menu Ini Saat Sahur

AKURAT JAKARTA - Puasa bisa diajarkan kepada anak agar terbiasa menahan lapar dan haus di bulan Ramadhan.

Orang tua berperan penting menyiapkan sahur yang tepat agar ibadah anak berjalan lancar dan nyaman.

Menu sahur bukan sekadar mengenyangkan, tetapi harus mendukung energi dan kesehatan sepanjang hari.

Baca Juga: Puasa Bukan Halangan! Simak 5 Cara Tetap Produktif Selama Ramadhan

Pilihan makanan yang keliru bisa membuat anak cepat lemas, haus, bahkan mengalami gangguan pencernaan.

Karena itu, memahami makanan yang perlu dihindari saat sahur menjadi langkah bijak bagi orang tua.

Berikut lima jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak diberikan pada anak saat sahur.

Baca Juga: Tak Perlu Skincare Mahal, Coba Ramuan Pagi Ini untuk Atasi Jerawat Membandel dalam 7 Hari

1. Makanan Tinggi Gula

Makanan manis seperti permen, donat, dan kue memang disukai anak karena rasanya lezat.

Namun, kandungan gula tinggi dapat membuat energi naik cepat lalu turun drastis di siang hari.

Baca Juga: Biar Puasa Lancar, Berikut Ini 3 Pantangan dan 3 Anjuran Makanan Sahur

Akibatnya, anak mudah lemas, lapar, dan sulit mempertahankan puasanya hingga waktu berbuka.

Gula berlebih juga berisiko memicu obesitas serta kerusakan gigi jika tidak diimbangi kebersihan mulut.

Jika ingin memberi makanan manis, berikan dalam porsi kecil dan tetap ajarkan gosok gigi.

Baca Juga: Jangan Sampai Kaget Saat Puasa! Ini 7 Tips Siapkan Fisik agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar Selama Ramadhan

2. Makanan Tinggi Garam

Makanan asin seperti mi instan, makanan cepat saji, dan camilan kemasan perlu dibatasi.

Kandungan garam tinggi membuat tubuh cepat merasa haus saat menjalani puasa.

Baca Juga: Tak Hanya Berbagi Takjil, Ini 4 Kegiatan Sosial yang Bisa Dilakukan agar Ramadhan Lebih Bermakna

Hal ini meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika anak banyak beraktivitas di sekolah.

Selain itu, makanan asin bisa memicu kembung dan rasa tidak nyaman pada perut.

3. Makanan Pedas

Baca Juga: Minggu Seru, Konser Gratis Juicy Luicy Hari Ini di Mal Jakarta Selatan, Cek di Sini

Makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan memicu sakit perut pada sebagian anak.

Gejala seperti mual, mulas, atau diare bisa muncul dan mengganggu konsentrasi beribadah.

Agar puasa berjalan lancar, pilihlah menu yang lembut dan mudah dicerna tubuh.

Baca Juga: Jangan Asal Makan! 5 Sayuran Ini Perlu Dibatasi Penderita Kanker Payudara

4. Makanan Berminyak

Gorengan dan makanan berlemak tinggi memang praktis, tetapi kurang baik saat sahur.

Lemak berlebih membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan.

Baca Juga: Mau Jantung Lebih Sehat, Ini 5 Makanan yang Wajib Kamu Konsumsi

Akibatnya, anak bisa merasa begah, mual, atau kurang nyaman sepanjang hari.

5. Minuman Berkafein

Minuman seperti kopi, teh kental, dan soda mengandung kafein yang bersifat diuretik.

Baca Juga: Rahasia Menyimpan Tempe Supaya Kualitasnya Tetap Terjaga

Sifat ini membuat anak lebih sering buang air kecil dan meningkatkan risiko kekurangan cairan.

Kafein juga dapat mengganggu kualitas tidur, padahal istirahat cukup penting saat puasa.

Melatih anak berpuasa perlu kesabaran, perhatian, dan pemilihan menu yang tepat.

Baca Juga: 6 Masjid Megah dan Instagramable di Jakarta untuk Wisata Religi Berkesan

Dengan sahur sehat dan seimbang, anak dapat menjalani ibadah dengan tubuh yang kuat dan nyaman. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.