Bukan Sekadar Salah Jalur, Ini Fenomena Psikologi yang Bisa Terjadi Saat Pendaki Tersesat

AKURAT JAKARTA - Kisah dua pendaki yang tersesat di Gunung Agung, Karangasem, Bali, menunjukkan bahwa kehilangan arah di alam terbuka bukan sekadar persoalan menemukan jalur yang benar.
Dalam situasi penuh tekanan, kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan juga dapat ikut terpengaruh.
Piqri Zaenal Abidin (20) dan Lorenzo Regiraldo Tawang (23) sempat dilaporkan tersesat ketika turun dari Gunung Agung.
Keduanya kemudian ditemukan Tim SAR gabungan pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita dalam kondisi selamat.
Keduanya ditemukan di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di antara Sungai Lebih dan Sungai Telung Buana.
Lokasi tersebut berada di luar jalur pendakian dengan medan yang curam.
Situasi yang dialami kedua pendaki menggambarkan salah satu tantangan psikologis ketika seseorang berada dalam kondisi tersesat, yakni stres akut.
Ketika manusia menghadapi situasi yang dianggap mengancam, tubuh dapat masuk ke kondisi siaga untuk menghadapi bahaya.
Dalam kondisi seperti itu, perhatian seseorang dapat menyempit pada hal-hal yang dianggap paling mendesak.
Fenomena ini dikenal sebagai narrowing of attention atau penyempitan fokus.
Baca Juga: Ketika Like dan Penonton Jadi “Hadiah”, Kasus Ganfan Yingying di China Ungkap Sisi Gelap Mukbang
Alih-alih mampu mempertimbangkan banyak pilihan secara tenang, seseorang yang berada di bawah tekanan berat dapat lebih terfokus pada satu tujuan utama, misalnya segera menemukan jalan keluar.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang panik, tetapi menunjukkan bagaimana tekanan dapat memengaruhi cara manusia memproses informasi dan mengambil keputusan.
Dalam kasus Piqri dan Lorenzo, kondisi lingkungan turut menjadi tantangan.
Tim SAR menemukan keduanya di lokasi dengan medan curam, sementara hujan ringan dan kabut tebal membuat jarak pandang terbatas.
Keterbatasan jarak pandang dapat membuat seseorang semakin sulit menggunakan petunjuk visual untuk menentukan arah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!









