Jakarta

Tak Disangka, Makanan Sehat Ini Justru Bisa Memicu Kentut Berlebihan

Zainal Abidin | 9 Desember 2025, 14:00 WIB
Tak Disangka, Makanan Sehat Ini Justru Bisa Memicu Kentut Berlebihan

AKURAT JAKARTA - Kamu mungkin tak menyadari bahwa makanan pemicu kentut bisa berasal dari bahan yang sehari-hari kamu makan.

Bahkan, memahami makanan pemicu kentut ini penting agar kamu bisa menjaga pencernaan tetap nyaman tanpa perlu menghindari gizi penting.

Dilansir dari Healthline (17/11/2025), berikut lima makanan yang bisa membuat orang sering kentut.

Baca Juga: Konsumsi Durian Bisa Berbahaya, Ini Empat Kombinasi yang Harus Kamu Hindari

Banyak di antaranya merupakan makanan sehat yang tetap dibutuhkan tubuh, namun bisa memicu gas ketika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai kondisi pencernaanmu.

1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan adalah pemicu gas yang cukup umum, terutama lentil, kacang polong, dan kacang tanah.

Baca Juga: Ternyata Tidak Semua Orang Boleh Makan Durian! Kamu Termasuk?

Kandungan gula kompleks yang tinggi membuat tubuh harus bekerja keras untuk mencernanya.

Mengatur porsi dan memilih jenis kacang tertentu dapat membantu mengurangi efek sampingnya.

2. Makanan Berlemak

Baca Juga: Kelihatan Sehat tapi Berbahaya, 5 Olahraga ini Justru Bisa Merusak Fungsi Ginjal

Daging merah berlemak dapat memperlambat pencernaan ketika dimakan dalam jumlah besar.

Makin lambat prosesnya, makin besar risiko terjadinya fermentasi dalam usus.

Daging berlemak juga mengandung metionin, asam amino pembawa unsur belerang yang menghasilkan hidrogen sulfida—gas berbau seperti telur busuk—ketika dipecah bakteri usus.

Baca Juga: Mengapa Pijat Refleksi Bisa Kurangi Nyeri? Ini Penjelasan yang Perlu Kamu Ketahui

Meski tetap menjadi sumber protein penting, kamu disarankan menyeimbangkannya dengan sayuran agar pencernaan tetap optimal.

3. Buah-buahan

Beberapa buah mengandung fruktosa dan sorbitol yang sulit dicerna tubuh, seperti apel, pir, prune, dan persik.

Baca Juga: 7 Makanan Penurun Tekanan Darah yang Jarang Diketahui, Efeknya Nyata!

Keduanya dapat meningkatkan produksi gas ketika mencapai usus besar dan diurai bakteri.

Banyak buah juga mengandung serat larut yang melewati usus besar sebelum diurai, menghasilkan hidrogen, metana, dan karbon dioksida.

Inilah yang membuat beberapa orang sering kentut setelah makan buah tertentu.

Baca Juga: Malam Tahun Baru 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading Hadirkan Kahitna, Yovie & Nuno, hingga Bernadya, Segini Harga Tiketnya!

Namun, buah tetap wajib ada dalam pola makan kecuali atas rekomendasi ahli gizi.

4. Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung karbon dioksida yang masuk ke tubuh dalam bentuk gelembung gas.

Baca Juga: 5 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga yang Sering Diabaikan

Gas ini bisa terjebak di sistem pencernaan sehingga memicu sendawa atau kentut.

Menurut pakar nutrisi Maggie Moon, penulis The Mind Diet, sebagian gas naik dan dikeluarkan melalui sendawa, sementara sisanya bergerak ke usus bawah dan keluar sebagai kentut.

Mengurangi soda dan beralih ke air putih atau infused water dapat membantu menurunkan produksi gas.

Baca Juga: Bukan Cuma Kerja Keras, Ini 8 Sifat Paradoks yang Diam-Diam Dimiliki Orang Sukses

5. Makanan Ultra-Proses

Makanan ultra-proses seperti camilan kemasan, roti tertentu, sosis, kue siap saji, dan sereal manis sering mengandung laktosa, fruktosa, atau gula tambahan.

Kombinasi ini bisa menimbulkan gas berlebih akibat fermentasi di usus.

Baca Juga: Dulu Sederhana, Kini Mewah, Ini 8 Keseruan Boomers yang Kini Hampir Mustahil Dinikmati Gen Z

Namun, tidak semua makanan proses harus dihindari.

Beberapa justru bermanfaat seperti Greek yogurt, kacang, tahu, dan sayuran siap olah.

Membaca label dan mencatat makanan yang memicu gas dapat membantu kamu menyeimbangkan pola makan tanpa mengorbankan nutrisi penting. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.