Jakarta

Waspada Demam Berdarah Dengue Saat Musim Hujan, Ini Cara Mencegahnya

Anggerhana Denni Rahmawati | 28 Januari 2026, 18:30 WIB
Waspada Demam Berdarah Dengue Saat Musim Hujan, Ini Cara Mencegahnya

AKURAT JAKARTA - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang kerap meningkat saat musim hujan tiba di berbagai daerah Indonesia.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang aktif pada pagi dan sore hari.

Lingkungan dengan genangan air bersih menjadi tempat favorit nyamuk berkembang biak dan memperbesar risiko penularan penyakit ini.

Baca Juga: Sering Diabaikan, Buah Kersen Ternyata Kaya Manfaat bagi Kesehatan Tubuh

Gejala DBD umumnya muncul empat hingga tujuh hari setelah gigitan nyamuk yang membawa virus dengue.

Penderita biasanya mengalami demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta rasa nyeri di belakang mata.

Pada sebagian orang, gejala yang ringan sering disalahartikan sebagai flu biasa sehingga penanganan medis terlambat dilakukan.

Baca Juga: Resep Pisang Goreng Pasir Crispy, Camilan Renyah yang Bikin Nagih, Cocok Disantap Saat Musim Hujan

Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah dapat menyebabkan penurunan trombosit yang berisiko menimbulkan perdarahan.

Pada kondisi berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi syok dengue yang membutuhkan penanganan medis segera.

Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah utama yang harus dilakukan secara konsisten oleh setiap keluarga.

Baca Juga: GERD dan Penyakit Jantung, Mirip Gejala Namun Berbeda Penyebab

Berikut beberapa upaya pencegahan DBD yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menerapkan gerakan 3M

Menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas dapat mengurangi sarang nyamuk secara efektif.

Baca Juga: Memahami Perbedaan Miom dan Kista, Gejala Dampak hingga Penanganannya

2. Memasang kelambu dan kasa

Kelambu di tempat tidur serta kasa pada pintu dan jendela membantu mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.

3. Menggunakan kipas angin atau AC

Baca Juga: Tangga Ikonik Gunung Galunggung, Tantangan Ringan dengan Panorama Kawah Memikat

Aliran udara dari kipas angin atau AC dapat menyulitkan nyamuk mendekati dan menggigit tubuh manusia.

4. Menggunakan obat nyamuk yang aman

Obat nyamuk semprot, elektrik, atau oles dengan kandungan aman dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk.

Baca Juga: 3 Event di Jakarta Bulan Februari 2026 yang Paling Dinantikan

5. Mengenakan pakaian tertutup

Baju berlengan panjang dan celana panjang dapat mengurangi area kulit yang mudah digigit nyamuk.

6. Mempertimbangkan vaksin dengue

Baca Juga: Resep Roti Pisang Pandan, Pilihan Favorit untuk Menemani Suasana Syahdu Bersama Keluarga di Musim Hujan Ini

Vaksin dengue dapat membantu menurunkan risiko DBD berat, namun perlu konsultasi dokter sebelum pemberian.

7. Menjaga daya tahan tubuh

Konsumsi makanan bergizi, vitamin C, olahraga teratur, dan istirahat cukup membantu memperkuat sistem imun tubuh.

Baca Juga: 8 Kuliner Betawi yang Enak namun Kian Langka

Dengan langkah pencegahan yang teratur dan kesadaran bersama, risiko demam berdarah dengue dapat ditekan secara signifikan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.